Powered By Blogger

Minggu, 19 Oktober 2014

PENGERTIAN ETIKA

Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Sedangkan pengertian etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. Banyak masyarakat yang berpendapat, orang yang beretiket belum tentu memiliki etika karena etiket dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar kita. Contohnya, pejabat daerah yang memberikan sumbangan kepada anak yatim dan janda-janda hanya karena ingin memiliki pencitraan yang baik di lingkungannya.
Berbeda dengan moralitas, etika perlu dipahami sebagai sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya. Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya. Sedangkan pengertian norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia.
Sebagai cabang filsafat, etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma yang ada. Etika dapat kita dijadikan sebagai sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu kita sebagai manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika justru melakukan refleksi kritis atau norma atau ajaran moral tertentu. Atau dapat juga dikatakan bahwa moralitas adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Sedangkan etika adalah perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu. Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.
Prinsip- prinsip etika
a.       Tanggung jawab : Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional dan pertimbangan   moral dalam semua aktifitas mereka.
b.      Kepentingan Masyarakat : Akuntan harus menerima kewajiban-kewajiban melakukan tindakan yang  mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada professional.
c.       Integritas : Untuk mempertahankan dan menperluas kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab professional dan integritas.
d.      Objektivitas dan indepedensi : Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesioanal. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan public harusbersikap independen dalam kenyataan dan penampilan padawaktu melaksanakan audit dan jasa astestasi lainnya.
e.       Keseksamaan  : Akuntan harus mematuhi standar teknis dan etika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik.
Basis teori etika
a.       Etika Teleologi dari kata Yunani,  telos = tujuan,
Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi  : Egoisme Etis dan Utilitarianisme 

b.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

c.       Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.
Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

d.      Teori Keutamaan (Virtue) memandang  sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a)        Kebijaksanaan
b)        Keadilan
c)        Suka bekerja keras
d)       Hidup yang baik
Egoism
Fokus teori = “One should always act in one’s own best interest Self-interest berbeda dengan selfishness.
Memenuhi kepentingan pribadi (self-interest) merupakan sesuatu yang baik. Cenderung menghasilkan “selfishness”, ketika pemenuhan kepentingan pribadi merugikan pihak lain.

Sumber :
http://arlyofebro.blogspot.com/2012/10/pendahuluan-etika-sebagai-tinjauan.html 
http://cindylophkaka.blogspot.com/2012/01/etika-dan-prinsip-profesi-menurut-iai.html

Jumat, 20 Juni 2014

Tugas Softskill Materi Bulan 4

Exercise 37 Hal 138
Relative Clauses
   1.      that
   2.      that
   3.      whom
   4.      whom
   5.      that
   6.      whom
   7.      whom
   8.      whom
   9.      that
   10.  that
   11.  whom
   12.  that
   13.  whom
   14.  that
   15.  whom
Exercise 38 Hal 139
Relative clause reduction
   1.      George is the man chosen to represent the committee at the convention.
   2.      All of the money accepted has already been released.
   3.      The papers on the table belong to Patricia.
   4.      The man brought to the police station confessed to the crime.
   5.      The girl drinking coffee is Mery Allen.
   6.      John’s wife, a professor, has written several papers on this subject.
   7.      The man talking to the policeman is my uncle.
   8.      The book on the top shelf is the one that I need.
   9.      The number of students counted is quite high.
   10.  Leo Evans, a doctor, eats in this restaurant every day.
Rumus Relative Clause dan Complex Sentence
Relative pronoun merupakan bagian dari relative clause yang tidak dapat berdiri sendiri, melainkan berada di dalam complex sentence. Sedangkan complex sentence merupakan gabungan dari independent clause (kalimat utuh) dan surbodinate clause (relative clause). Gambaran lebih jelasnya dapat dilihat pada rumus berikut.

Relative Clause = Relative Pronoun +/- Subject + Verb
Complex Sentence = Independent Clause + Relative Clause

Contoh:
·         Relative pronoun =  that
·         Relative Clause = that I bought last week
·         Complex Sentence = It is the bicycle that I bought last week.


Kamis, 15 Mei 2014

Tugas Materi Softskill Bulan 3

Passive Voice


1.      Somebody calls the president everyday
Answer : The President was called by somebody everyday
2.      John is calling the other members
Answer : The other members is being called by John
3.      Somebody will call Mr Walson tonight
Answer : Mr. Walson will be called by somebody tonight
4.      The fire has caused considerate damage 
Answer : Considerate damage has been caused by the fire
5.      The teacher should buy the supplies for this class
Answer : The supplies should be bought by the teacher for this class

Exercise 36 Causative Verb
1.       The Teacher made juan to leave the room.
2.      Toshiko had her car repair by a mechanic.
3.      Ellen got Marvin typed her paper.
4.      I made jane call her friend on the telephone.
5.      we got our house painted last week.
6.      Dr Byrd is having the students write a composition.
7.      The Policemen made the suspect lie on the ground.
8.      Mark got his transcript sent to the university.
9.      Maria is getting her hair to cut tomorrow.
10.  We will have to get the Dean to sign this form.
11.  The teacher let Al leave the classroom.
12.  Maria got Ed washed the pippets.
13.  She always has her car fixed by the same mechanic.
14.  Gene got his book published by a subsidy publisher.
15.  We have to help janet to find her keys.


Fungsi Causative

Kita menggunakan Causative ketika kitamenginginkan seseorang untuk melakukan sesuatu untuk kita atau kita menginginkan sesuatu tersebut terselesaikan untuk kita. Ada dua jenis bentuk causative, yakni active causativedan passive causative.

Rumus dan Contoh Penggunaan Causative

1.      Active Causative (Subjectmenyebabkan object melakukan sesuatu)

Subject + (have - had/make - made/let/help) + Object (person/ orang) + Verb 1

Contoh:
She had John clean this room.
(Artinya: Dia menyuruh/meminta John membersihkan ruangan ini)

They make us help them every morning.
My mother has my uncle kill the dog.

Subject + (ask/get - got/allow) + Object (person/ orang) + to + Verb 1

Contoh:
She got CConan to clean this room.
(Arti: Dia menyuruh/meminta Conan membersihkan ruangan ini)

We got the boy to repair the car yesterday.
They ask me to send the letter.

CATATAN:
Pada kalimat Active CausativeObject-nya adalah orang dan menggunakan kata kerja bentuk pertama (VERB 1).

2.    Passive Causative (Subject menginginkan object diselesaikan oleh seseorang)

Subject + (have - had/get - got) + Object (thing/ benda) + Verb 3

Contoh:
She got this room cleaned.
(Artinya: Dia menyuruh/meminta ruangan ini dibersihkan)

My father had the car painted in the garage.
We have our clothes cleaned at the dry-cleaned.

Senin, 07 April 2014

TUGAS MATERI SOFTSKILL BULAN 2


Exercise 33 Because / Because of  Page : 121
 1. because
 2. because
 3. because of
 4. because
 5. because of
 6. because of
 7. because of
 8. because
 9. because
 10. because of



Exercise 34 so/ such Page : 124
 1. so
 2. such
 3. so
 4. such
 5. so
 6. so
 7. such
 8. so
 9. such
 10. such
 11. so
 12. so
 13. such
 14. so
 15. so


Penggunaan Connectors
Connectors atau kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan/menggabungkan kata dengan kata yang lain, phrase dengan phrase yang lain, atau clause dengan clause yang lain. Ada 3 tipe conjunctions: coordinating conjunctions, correlative conjunctions, dan subordinating conjunctions.
a.       Coordinating conjunctions
Connectors ini digunakan untuk menggabungkan kata dengan kata yang lain, menggabungkan phrase dengan phrase yang lain, atau kalimat dengan kalimat yang lain. Yang dihubungkan oleh conjunction tipe ini harus merupakan element kalimat yang sama, misalnya: subject+subject, verb phrase+verb phrase, sentence+sentence.
Ada 7 coordinating conjunctions yaitu: for, and, nor, but, or, yet, so. Untuk mempermudah mengingatnya coba gunakan akronim ini: FANBOYS; F untuk for, A untuk and, N untuk nor, dan seterusnya.
Contoh:
1.             The boy keeps the lights on, for he is afraid of sleeping in the dark. (Anak itu membiarkan lampunya menyala karena dia takut tidur dalam keadaan gelap).
2.             He has one good dictionary and at least 3 good English books. (Dia punya 1 kamus bagus dan paling tidak 3 buku bahasa Inggris bagus).
3.             She is a vegetarian. She will not eat beef, nor will she eat chicken. (Dia seorang vegetarian. Dia tidak akan makan daging sapi, dia juga tidak akan makan daging ayam).
4.             She is cute but evil. (Dia cantik tapi jahat).
5.             Do you want to go with me or to stay home? (Apakah kamu mau ikut saya atau tinggal di rumah?).
6.             I didn’t study, yet I passed the exam. (Saya tidak belajar, tetapi saya lulus).
7.             My dad was very tired, so he went to bed earlier. (Papa saya sangat capek, oleh karena itu dia pergi tidur lebih awal).
Note:
·         Gunakan koma sebelum conjunction jika conjunction tersebut menggabungkan dua kalimat. Koma juga digunakan jika conjunctions menggabungkan lebih dari 2 kata atau phrase. Contoh: We studied math, physics, and chemistry last semester.
·         For juga berfungsi sebagai preposition. Sebagai preposisiton, for diikuti oleh noun. Contoh: I am waiting for a cab. (i.e. cab = taxi)
·         Yet juga berfungsi sebagai adverb. Contoh: I haven’t finished reading this article yet. Lihat penggunaan adverb yet pada pembahasan tentang present perfect tense.
·         So = as jika diikuti oleh adjective/adverb. Lihat penggunaannya pada pembahasan tentang comparisons.

b.      Paired conjunctions/Correlative conjunctions
Conjunctions ini juga menggabungkan element-element kalimat seperti di atas.
Bedanya adalah selalu digunakan secara berpasangan.
both…and either…or
not only…but also neither…nor
Contoh:
1.      Both my sister and my brother can play the guitar. My sister dan my brother dua-duanya bisa main gitar).
2.      He is not only handsome but also smart. (Dia bukan saja tampan tapi juga pintar). Note: jika not only diletakkan di awal kalimat, lakukan inversi terhadap auxiliary/be/do,does,did ke depan subject kalimat. Jadi kalimat ini juga dapat ditulis: Not only is he handsome but also smart.
3.      Either the students or the teacher is going to go to the museum tomorrow. (Baik murid-murid maupun guru akan pergi ke museum besok).
4.      Neither John, Sussie nor I have a good studying habit. (Baik John, Sussie maupun saya tidak punya kebiasaan belajar yang baik). Mungkin, belajarnya hanya jika ada ujian. Note: Dengan perkecualian both…and, jika corrective conjunctions menggabungkan singular dan plural subjects, bentuk verb (apakah singular atau plural) ditentukan oleh subject yang paling dekat dengan (yang langsung diikuti oleh) verb tersebut.
Perhatikan: pada contoh 3 digunakan is going to (bukan are going to) karena langsung mengikuti the teacher (singular subject). Pada contoh 4 digunakan have (bukan has) karena langsung mengikuti I. Sekarang coba kita perhatikan penulisannya, ketika posisi subjectnya diputar:
1.      Either the teacher or the students are going to go to the museum tomorrow. (Baik guru maupun murid-murid akan pergi ke museum besok).
2.      Neither John, I nor Sussie has a good studying habit. (Baik John, saya maupun Sussie tidak punya kebiasaan belajar yang baik).

c.        Subordinating conjunction.
Subordinating conjuctions adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk membentuk adverbial clause (yang umumnya merupakan anak kalimat /subordinate clause) dari kalimat pokok (main clause).
Jumlah conjunctions tipe ini sangat banyak dan pada umumnya adalah adverbs. Conjunction tipe ini dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu conjunction yang menyatakan waktu (time), sebab akibat (cause dan effect), makna berlawanan (opposition), tujuan (purpose), dan pengandaian (conditional).
1.      Digunakan untuk menyatakan waktu (time).
·         Waktu
after (setelah) till (hingga/sampai) the first time (pertama kali)
before (sebelum) as soon as (segera setelah) the second time (kedua kali)
when (ketika) once (segera setelah) the last time (terakhir kali)
while (sementara) as long as (sepanjang) the next time (kali berikut)
as (sementara) so long as (sepanjang) by the time since (sejak)
when ever (setiap kali) until (hingga/sampai) every time (setiap kali) Contoh:
o      We will play football after we finish doing the homework. (Kami akan main bola setelah kami selesai mengerjakan PR).
o      Before they got married last month, they had been seeing each other for almost ten years. (Sebelum mereka kawin bulan lalu, mereka telah pacaran selama hampir 10 tahun).
o       When I got home last night, someone was trying to break into my house. (Ketika saya tiba di rumah tadi malam, seseorang sedang mencoba masuk ke rumah saya). Note: Break into = masuk biasanya karena berniat jahat, i.e. mau mencuri, ect.)
o      A friend of mine felt asleep on his desk while the teacher was teaching. (Teman saya tertidur di mejanya sementara pak guru menerangkan).
o      She has turned into a different person since she became a famous artist. (Dia telah berubah menjadi orang yang berbeda sejak dia menjadi artis terkenal).
o      I will keep studying hard until the final exam is over next week. (Saya akan terus belajar keras sampai ujian akhir selesai minggu depan).
o       The first time we went to Bali, we went to Tanah Lot. (Pertama kali kami pergi ke bali, kami pergi ke Tanah Lot).
o      The next time I play you, I will kick your ass. (Kali berikut saya main (lawan) kamu, saya akan kalahkan kamu. Note: kick your ass = kick your butt = mengalahkan. Sangat informal.

2.      Digunakan untuk menyatakan sebab akibat (cause-effect).
Sebab akibat
because (karena) inasmuch as (karena) so…that (sehingga)
since (karena) now that (karena sekarang) such …that (sehingga) as (karena) Contoh:
·         He got an accident because he drove while he was drunk. (Dia mendapat kecelakaan karena dia nyetir sementara mabuk).
·         I passed that course easily since the questions were very easy. (Saya lulus mata kuliah itu dengan mudah karena soal-soalnya sangat mudah).
·         As she had nothing to do, she asked me to come over to her house. (Karena dia tidak ada yang dikerjakan, dia meminta saya pergi ke rumahnya).
·         Inasmuch as the two countries’ leaders didn’t reach an agreement, the possibility of war between the two countries remains open. (Karena kedua kepala negara tidak mencapai suatu kesepakatan, kemungkinan adanya perang antara kedua negara tersebut masih tinggi).
·         The coffee is so hot that I can’t drink it. (Kopinya begitu panas, oleh karena itu, saya tidak dapat meminumnya).

3.      Untuk menyatakan makna yang berlawanan (opposition).
Makna yang Berlawanan
although (walaupun even though (walaupun) while (sedangkan)
though (walaupun) whereas (sedangkan) no matter (tidak memandang)
Contoh:
·         Although he is not tall, he is a very good volleyball player. (Walaupun dia tidak tinggi, dia seorang pemain bola volley yang sangat hebat).
·         No matter how hard I tried, the math problems couldn’t be solved. (Tidak memandang betapa kerasnya saya mencoba, soal-soal matematika itu tidak dapat dipecahkan/diselesaikan).

4.      Untuk menyatakan tujuan (purpose).
Tujuan
in order to (agar) in order (that) (agar) so that (agar)
Contoh:
·         During the class, we need to be quiet in order to be able to listen to what the teacher says.
·         I turned off the TV so that my roommate could study well
·         I turned off the TV in order (that) my roommate could study well.
·         They keep practicing their English in order (that) their English improves
steadily. (Mereka terus berlatih bahasa Inggris agar bahasa Inggrisnya terus meningkat).
Note: a) in order to diikuti oleh verbs, sedangkan in order (that) dan so that diikuti oleh clause (i.e. S +V). b). Arti so that di sini berbeda dengan so that untuk menyatakan sebab akibat. Perhatikan juga perbedaan polanya.

5.      Untuk menyatakan pengandaian (conditional).
Conditional
if (jika) whether or not in case (that) (jika)
unless (jika tidak) even if (walaupun jika) providing (that) = if or only if
only if (hanya jika) in the event (that) provided (that) = if or only if
Contoh:
·         If my parents were not home, I would invite my friends to come over. (jika orangtua saya tidak di rumah, saya akan undang teman-teman saya datang ke rumah).
·         I will go unless it rains. (Saya akan pergi jika tidak hujan). Note: unless = if…not. Jadi, kalimataya dapat ditulis menjadi: I will go if it doesn’t rain.

Sumber :